Rabu, 07 Agustus 2013

Koleksi @lovepathie

Favoritbangetini!!!

Kamu Tidak Pernah Tahu

Tadi malam, barisan-barisan puisimu menculikku dalam sebuah labirin perasaan

Aku tersesat disana

Dengan menuliskannya, seolah-olah hanya kamu yang paling ahli soal merindu. Sebenarnya kita sama-sama paham soal rindu, sampai akhirnya kita tahu bahwa rindu tak cukup kuat untuk melahirkan sebuah temu. Bahkan, bukan ‘temu’ jurus terjitu untuk menghapus sebuah rindu. Tapi saat adamu tak terasa sementara, rindu itu akan hilang selamanya. Aku memang tak bisa menjanjikan yang satu itu, tapi rasakanlah, rinduku juga sebesar itu.

Terlalu istimewa jika namaku terbungkus dalam doamu. Perlu menghabiskan berapa ramuan rindu untuk melipat jemarimu? Kamu selalu bicara tentang ‘suatu hari’ seakan-akan tak punya kesempatan di masa ini. Kamu selalu bicara soal kehilangan tanpa berusaha memilikiku seutuhnya. Jika kehilangan itu tiba, berarti kamu pernah membiarkan celah seseorang untuk mencuriku.

Kamu tidak akan tahu, Tuhan mungkin sedang menyiapkan kejutan untukmu. Dia benar, kamu memang perlu bersabar. Mungkin tiadaku adalah jeda penguji kekuatan hati. Mungkin tiadaku ini pembiak rindu agar bertumbuh lebih hebat. Mungkin tiadaku adalah jalur panjang untuk menemukan bahagiamu dan mungkin tiadaku ini adalah karpet merah penyambut sosok barumu.

Kamu tidak akan pernah tahu.

Mungkin tiadaku ini adalah persiapan ‘kita’ yang lebih baik lagi di suatu hari nanti. Jika nanti benar-benar ada sehari lebih lama dari selamanya, aku ingin setuju itu mampir ke tempat kita. Kamu, masih melatari kemana mataku pergi. Tenang, semuanya akan berjalan baik-baik saja meski porosmu bukan lagi aku. Kamu tidak akan tahu, apa yang sedang Tuhan siapkan di meja kerjaNya untukmu. Bersiaplah.

( #duetpuisi bersama @fallenvioletz)



Pukul Lima Sore

Sore ini seperti anak angsa yang buruk rupa. Dari sore-sore kita yang biasanya, hari ini kamu benar-benar tak ada. Dua jam sudah aku membiarkan senja melewati waktu paten saat biasa kita memuja keelokannya. Kamu tidak datang, tapi malah ‘kecewa’ yang kau undang untuk duduk bersamaku.

Mengapa jendela itu tiba-tiba melampirkan tetes-tetes hujan sebagai penghiasnya? Seakan-akan mereka berlomba mengajakku berairmata. Aku disini murung, saat kau menghancurkan seisi relung. Bukan soal pergimu, bukan soal tiadamu, tapi tentang akhir yang tak pernah beriringan dengan anganku. Bukan tentang pertengkaran yang melonggarkan pertemuan, tapi hanya hadirnya sosok baru yang berhasil menculik hadirmu.

Selama bertahun-tahun, pukul lima sore kita tak pernah habis menciptakan cerita-cerita manis. Jika dulu itu yang melukis senyumku, pukul lima sore itu juga yang kini akan menjadi muara penuh tangis. Mengapa kau hadirkan jika kini segalanya harus usai tanpa suatu kehadiran?

Kemana pukul lima sore kita? Jika ada yang bertanya, aku harus jawab apa?

Kini arloji telah jadi hal yang paling kubenci. Mengingat waktu, mengingatkanku bahwa kamu takkan pernah tiba lagi di depanku. Karena pukul lima soremu telah menjadi miliknya, malaikat barumu. Hal-hal yang berkaitan denganmu terlalu indah melekat dalam kepala. Jika dulu aku kau tawarkan rekaman untuk mengingat segalanya, harusnya juga kau sediakan penghapus memori untuk bersiap-siap kala kau sudah menjadi miliknya.

Bodoh saja aku masih disini, menunggu yang telah menemukan orang lain. Kenangan sedang menyeretku pulang, sedih mengiringi perjalananku. Aku akan memulai pukul lima soreku, siap atau tidak. Melepasmu adalah bagian tersulit, tapi merelakanmu lebih-lebih. Tapi aku sedang mempelajarinya. Selamat menikmati pukul lima sore tanpaku.



“Ketukanmu membuat percayaku membukakan pintu hati. Namun setelah seisi ruang diambil alih olehmu, porak-porandalah hati karena semudah itu kau pergi.”
 —  @lovepathie


“Entah aroma, entah potret-potret itu, entah lagu dan entah kamu. Semudah itu mereka bisa mengembalikan rekaman peristiwa, sesederhana itu aku merindukan kita”
 —  @lovepathie

Koleksi @lovepathie

Firasat

Sebelum peristiwa manis itu dimulai sepekan lalu, aku tahu hari itu akan cepat berlalu. Maka aku merekam segalanya dalam ingatan. Sebut saja ini firasat, sebelum perpisahan bergerak lebih cepat.

Senyummu itu sumber kekagumanku, ratusan hari aku duduk di sebelahmu dan menikmati hal yang satu itu. Lagi-lagi tanpa kamu tahu. Bahumu adalah pelabuhan tempat kepalaku selalu ingin terjatuh tak sengaja. Dan hari itu aku melakukannya. Semesta mengirimkan lagi bahasa-bahasa yang tak kumengerti, seperti kau ingin terculik pergi.

Semula, semua berjalan lebih dari baik-baik saja. Senyummu dari hati, senyumku lebih gembira lagi. Namun, bahagia yang berlebihan selalu punya harganya sendiri. Barangkali dengan kepergianmu, baru bisa kulunasi.

Kamu dekat tapi terasa lebih jauh dari yang terlihat. Kamu ada tapi terasa lebih tiada dari kenyataannya. Ah, bahkan perasaanku saja sudah bisa mengira, bahagia di dekatmu seperti ini bukan untuk selamanya. Semesta semestinya tahu, menoleh pada yang selain kamu bukan keahlianku. Semesta sudah pasti tahu, memang langkahku tak seharusnya mengarah padamu.

Aku tak selalu mengerti semesta, dengan segala permainannya. Aku lebih tak mengerti kamu, dengan perhatian sementaranya. Hingga akhirnya aku semakin tak mengerti tentang kebersamaan yang belum tergapai, namun sudah harus selesai. Kamu hadir tiba-tiba, tanpa aba-aba. Kemudian pergi tanpa mengucap apa-apa. Paling tidak, beri aku pemberitahuan, supaya aku tahu hatimu telah pindah haluan. Paling tidak, beri aku tamparan, supaya aku tahu bahwa kita sudah tak lagi miliki harapan.

Hari ini adalah saksi dari ratusan hari perjalanan hati menginginimu jadi penghuni. Ingin rasanya meleraikan pikirku tentang ketidakmungkinan yang mengada-ada dalam kepala. Tapi korneaku bekerja terlalu baik, mata menangkap kamu dan dia bercengkrama dengan mesra. Tangan yang terbiasa mengayun bermain melingkar di bahuku, malam ini kau gunakan memainkan tangannya. Sakitku lebih perih dari serangkai aksara ini. Aku tidak apa-apa dengan retaknya hati yang terlalu tiba-tiba. Tapi mengapa harus lahir peristiwa sepekan lalu yang begitu manis? Itukah tujuanmu menyakitiku dengan manis?

Ingin rasanya lari sejauh mungkin, menghindar dari pemandangan di depanku. Dan terjun dalam lautan airmata sebebas-bebasnya. Selepas-lepasnya.

Apa ini yang seharusnya terjadi padaku? Yang seperti ini? Mencintai tak tahu berhenti, tapi selalu ditinggal ketika rasanya hampir memiliki. Menjadi yang pintar mengobati pun percuma, jika aku kelak gagal di cinta yang lain lagi. Tapi aku tak mau yang lain. Sebab yang lain tentu bukan kamu.

Apa ini maksud daripada semesta?

Memberikan semacam firasat, supaya aku mampu melepasmu yang bukan lagi untuk sesaat? Apa ini alasan di balik segala kedekatan? Supaya aku menyadari bahwa yang sudah lama akrab, belum tentu bagian dari sebuah jawab?

Bahagiakah kamu bersamanya? Sebab, sepertinya sudah tak perlu lagi kuminta, agar kamu mendapat apa yang sudah kamu punya. Benar atau pun tidak, mulailah jalani hari-hari barumu dengannya. Biar hati kecil mulai terbiasa untuk melepas dengan rela.

Biar tak perlu kucari-cari apa yang telah tiada.

 
(Sebuah kolaborasi, serangkai rasa yang tercipta atas jemari kami - @lovepathie, @estipilami dan @idrchi)

Koleksi @lovepathie


Titik

Apa rasanya menemukan titik pembentuk garis lintas kebahagiaan? Apa rasanya menemukan titik yang kau sebut-sebut sebagai alasan untuk pulang? Dulu aku tidak pernah tahu. Bahkan tak pernah terpikir untuk memintanya. Sekarang aku menemukan titik itu.

Titik itu berporos pada sorot matamu yang kuat. Titik itu telah melahirkan banyak senyuman yang kujaga dalam diam. Titik itu nanti yang akan menyebrangkan aku dari kota kenangan ke kota ketenangan. Titik itu juga yang akan menghapus jejak-jejak kehilangan dan menumbuhkan kembali rona-rona merah pada pipi.

Aku rindu titik itu. Haruskah aku menciptakan taktik agar kamu melirik? Aku selalu berbisik dalam doa, agar setiap pandanganmu melahirkan cara untuk membuatku berulang-ulang jatuh cinta. Sebanyak apapun tanggal-tanggal yang tersilang lewat dalam pandang, aku tak ingin suatu hari nanti tercipta hari bersejarah saat luka juga kau undang. Hingga malam tak pernah manis lagi karena seisi kamarku ramai oleh tangis.

Untukmu yang terlalu mencintai ‘suatu hari nanti’, aku ingin mengaminkan keindahan rahasia Pencipta. Tidak akan ada yang tahu tentang perkara hari esok, cukup pejamkan mata dan nikmati hari ini. Angan terlalu tajam untuk kita telan buru-buru. Pelan-pelan saja. Setidaknya aku bersyukur, aku menemukan titik itu. Semoga kita menyatu sebagai garis yang tak terputuskan.

(Duet puisi, untuk @fallenvioletz

Minggu, 04 Agustus 2013

Cerita tentang cinta


Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo’akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
 
Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita?
Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya.
Itulah Cinta…
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup.
Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi, jika kita masih tidak dapat melupakannya.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan.
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang hingga dia meninggal dunia dan akhirnya kita terpaksa mencatatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya.
Sebaiknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenak kita itu sekarang selagi ada hayatnya
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu kepadanya.
Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah.
Kadangkala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan bisa duri mawar itu menusuk jari.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi.
Kadangkala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati,sehingga kita kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati.
Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU!!
Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kita benci tersimpan kebaikan didalamnya.
Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.
Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan.
Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.
Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.
Cinta adalah keabadian… dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata,sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin.
Itulah dahsyatnya cinta…..

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan.
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan didalam dirinya.
Kita tidak akan pernah tahu bila kita akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.
**Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.
Karena cinta sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan di dalamnya .
Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar,tambah lari… Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kita tidak mengharapkannya.
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Jangan pernah bilang “I love you” kalau kita tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kita lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya…
Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”.
Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”.
Bukan”Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan
“Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama, tapi apakah selama kita bersama, kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan.Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta …… jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa .
berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita.
Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kita rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita dan kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak
akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi , biarkan dia pergi….
When you think , love is blind the love still life in your mind When you have the passion of love you will find the time for it!
Love isn’t always an easy road to traverse . if you’ve found yourself confused about your path ,take a minute . and let love help you find your way …..
Love is sweet
Love needs sweat
But sweat is not sweet
but sweet is reached with sweat
Cinta adalah semangat, cinta adalah kepercayaan, cinta adalah energi yang tak bisa dimusnahkan ia hanya bisa berubah bentuk.
Cinta memang tak harus memiliki, karena mencintai berarti memberi tanpa pernah meminta .
Segala sesuatu ada waktunya …
Apa yang tercipta merupakan jawaban dari putaran waktu yang Tuhan telah sediakan buatku
Emosi, ego, luapan tawa, tetes air mata, impian, semua lebur jadi satu, menjadi sebuah pengakuan yang penuh arti buat perjalanan hidupku……
Mungkin terasa sederhana namun ini sisi hidupku yang pernah aku alami dan ingin kubagi saat ini…
Semua penuh arti semua yang kulewati sampai hari ini, ada hanya karena CINTA dan KARUNIA DARI TUHAN…
Nikmati hidup apa adanya karena semua berawal dari sana, yakin sgala sesuatu ada waktunya dan terjadi tepat pada waktunya dan akhirnya kita tersenyum “sambil melihat dunia”
Cinta itu seperti KUPU-KUPU…
Tambah Dikejar, Tambah Lari. Tapi Kalau Dibiarkan Terbang, Dia akan Datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering Juga bikin sedih. Tapi Cinta akan berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
Cinta akan Menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang, Lebih Menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihmu. Tapi Cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “Sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Cinta bukan “Ini Salah Kamu”, Tapi “Maafkan Aku”.
Bukan “Kamu Dimana Sih?”, Tapi “Aku Disini”.
Bukan “Gimana Sich Kamu?”, Tapi “Aku Ngerti Koq”.
Bukan “Coba Kamu Gak Kaya Gini”, Tapi “Aku Cinta kamu Seperti
Kamu Apa Adanya”.
So… Caranya Jatuh Cinta: Jatuh tapi Jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, Berbagi dan Jangan Bersikap Tidak Adil, Mengerti dan Cobalah untuk Tidak Banyak Menuntut, Sedih tapi Jangan Pernah Simpan Kesedihan Itu.

Rabu, 19 Juni 2013

Cerpen - tak bisa memiliki

...Malam itu derai hujan berjatuh perlahan membuyarkan suasana malam yang biasanya hanya dipenuhi nada-nada suara jangkrik yang bernyanyi tanpa syair.

Se-jam lamanya aku belum bisa terjaga dalam pelukan dewi malam, entah perasaan apa yang membuatku terlalu lemah dan berputar dengan suasana di sekolah tadi. Ini seperti bukan aku. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi tetapi mataku masih terus berputar dan menerawang terbang kemana-mana.

Pikiranku terus berputar dengan hal yang terjadi padaku ketika menatap senyuman itu. Iya, memang aku telah merasakan perasaan yang sangat takjub ketika melihat dia pertama kali didalam ruangan khusus olahraga.

Kejadian konyol itu terjadi karena kemalasanku untuk ikut yang namanya pelajaran olahraga. Hingga akhirnya aku telat dalam ikut pengambilan nilai tes terakhir. Dan aku menemukannya, diantara mereka memang hanya ada dia yang berbeda. Aku curi-curi pandangannya, lebih tepatnya bukan aku sih, tapi kami bertiga. Sebut saja, raisa dan fiona ikut memandanginya.

Dan semuanya terungkap, aku memberanikan diri memberitahu ketiga sahabatku dengan keisengan sewaktu di kelas. Awalnya ya nggak ada tanggapan, hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari kelasnya.

Kesenanganku semakin luar biasa ketika tahu kelas dia, itu artinya aku bisa selalu melihatnya. Dan berbagai hal konyol terjadi, ketika hampir seluruh teman kelasku tahu bahwa aku suka dengan dia. Iya, suka pas pertama bertemu.

Dan kekonyolan bahkan membuat satu pemikiran untuk membuntuti dia agar aku tahu tempat tinggalnya. Dan selama membuntuti dia, keberuntungan selalu menyertai aku ketika aku dan fiona bertemu dengannya. Dari kejadian itu, aku bisa mendengar suara indahnya yang sangat merdu dan menusuk hati, hingga tempat tinggalnya sekaligus. Begitu banyak hal-hal lucu yang membuatku tertawa sendiri apabila nengenang cerita di siang hari sepulang les sekolah ini.

Waktu semakin berjalan cepat dengan suasana hatiku yang semakin hari semakin kacau, dan semakin hari hanya ada dia didalam hati dan fikiranku. Makin hari aku makin mengenalnya, berawal dari mengenal namanya, nama kedua orang tuanya, agamanya yang ternyata berbeda dengan agama yang aku anut, hingga tempat tinggalnya. Tapi namaku masih aku rahasiakan dari dia. Mungkin dia nggak ingin mengenalku juga, tapi entahlah, setahuku dia sudah tahu namaku, tapi tidak ingin terlalu jauh mengenalku. Tidak sama sepertiku yang sudah sangat jauh mengenalnya bahkan beberapa hari membuntuti dia.

Terang dalam satu cahaya, aku terus memimpikannya, kurasa ini cinta. Tapi apakah ada cinta untuk gadis kecil yang bodoh, jelek, gemuk, seperti kerikil kecil ini? Kedua orang tuaku memberi aku nama Melody, agar selalu nampak indah dan tetap berjalan dijalannya sendiri tak peduli gelap atau terang. Cinta membawaku kedalam ingatan masa lalu,masa SMP dulu. Suasana sekolah dimana aku mengenal namanya cinta yang selalu aku kejar, tidak peduli aku berjalan di tempat sempit atau gelap sekalipun. Perasaanku seringkali bodoh dalam keadaan, dimana aku selalu tegar dengan pernyataan seperti ini "dia tidak pernah mau mendengar perasaan kamu. Silahkan terus berharap dan bermimpi."
Dengan air mata, aku akan tetap tegas dengan jawaban "hidupku hanya berawal dari mimpi kecil, tujuanku yang masih panjang masih akan tetap menjadi harapanku di masa depan. Jadi, sudah sedari kecil aku belajar berharap dan bermimpi."

Entah berapa malamku yang terlewatkan hanya untuk membiarkan mataku terus diderai benih-benih rintik air mata. Cinta bahkan membuatku cengeng dengan keadaan, bukannya semakin menyemangatiku malah semakin menyudutkanku.

Kehidupanku terus berlanjut. Hingga akhirnya ujian akhir sekolah didepan mata. Serasa baru kemarin aku melewati masa orientasi siswa ,masa perkenalan, dan masa galau-galau oleh si pemilik senyum indah itu. Hingga suatu hari lagi-lagi olaharaga mempertemukan kita. Entah ini hanya kebetulan semata atau keberuntungan sesaat. Yang jelas, aku menikmati hari-hari sebelumnya dan hari dimana aku dan dia belum melakukan ujian akhir untuk bidang study olahraga.
Nggak peduli seberapa waktu dan tenagaku habis untuk tetap bisa melihat dia, yang jelas aku sangat berterima kasih buat waktu yang semakin hari semakin aneh dalam hidupku. Nggak peduli itu adalah waktu terakhirku atau waktu untuk pertama kali aku mengenal bahagia.

Ternyata, Cinta semakin hari semakin mengajarkanku tentang perjuangan dan kedewasaan. Dan ternyata, cinta yang sulit kita dapatkan lebih indah dari pada cinta yang hanya sekedar mengandalkan sekilas pandangan tapi tidak sampai dalam hati.

Aku berbalik menatap adikku yang sedang terlelap disampingku. Aku tahu, dia sudah memiliki seorang kekasih. Dan yang aku tahu, dia yang terlalu cinta dengan seorang pria yang menurutku tidak pantas untuk dia tangisi. Dengan gampangnya cinta menusuk kedua anak yang baru remaja ini. Dan adikku ini masih lemah dengan perasaan, bagaimana dia disakiti oleh sebuah cinta tapi dia terus mempertahankan dan bahkan rela meminta maaf untuk bukan kesalahannya kepada pria yang dia cintai.

Aku bahkan terus menunggu dengan keadaan. Dimana. Dulu waktu yang mempertemukankun dengan dia, dan aku serahkan kembali kepada tuhan dan waktu yang telah memiliki hatiku. Kini, cintaku masih terus bertahan dengan kepastian "jika berjodoh, insyaAllah pasti akan bertemu."

Aku juga nggak akan menyalahkan tentang imanku dan imannya yang berbeda. Bagiku, cinta akan menyatukan yang baik dengan yang baik. Aku juga tidak pernah menyebut bahwa akulah yang paling sempurna untuknya, tapi aku hanya mengandalkan perasaanku yang insyaallah sempurna untuknya, si pemilik semyum indah. Tetapi apabila waktu berkata lain, aku akan redupkan perlahan demi perlahan perasaanku dan mendoakannya bersama seseorang yang lebih sempurna untuknya. Mungkin aku yang tak bisa memiliki, tapi jauh dari itu semua, tuhan telah menyiapkan seseorang yang lebih baik untuk kamu miliki. Karena tak selamanya cinta harus bersatu. Tapi yakinlah, selama aku bisa mencintaimu, aku akan lakukan meskipun aku memang ditakdirkan untuk tak bisa memiliki.

Berikan dia cinta

Sebelum Saya memposting tulisan saya kali ini, sebelumnya saya flashback dulu. Seperti biasanya, diam dengar lagu galau, sendiri dan netes:")

Selalu tentang dia. Karena dia memang sulit di ungkapkan sekalipun dalam kata-kata dan satu buku setebal 500 halaman pun-_-

Kenapa saya merasakan seperti ini, merasakan cinta untuk dia yang...
Dia yang tidak merindukan saya sama sekali-_-

Aku hanya bisa berharap, dalam relung hatiku dan dalam dalam dalam dalam hatiku, sungguh aku tidak pernah sekalipun merasa dia tidak mengenal perasaanku, ini bukan geer ini juga bukan aku merasa bahwa dia merasakan hal yang sama, asalkan dia mengenalku itu sudah sangat lebih dari cukup.

Lihat diriku, tatap mataku, sembuhkan lukaku, hapus air mataku, dan setelah itu kamu bisa bawa aku segera pergi dari ingatanmu dan cari cinta yang lebih dalam dari perasaanku.

Mungkin saya sangat bodoh karena telah memberikan perasaan ini dan membiarkannya berlarut dan dalam~

Senin, 17 Juni 2013

Berhak nggak sih saya rasakan ini ?

Diantara banyak bintang yang setia menemaniku malam ini, ada satu cahaya yang tidak kalah terangnya, dan nampak dibalik gelap langit, mungkin dia sedikit menyindir kepadaku dengan sebuah pernyataan "kamu jatuh cinta pada seseorang yang tak pantas Memberikan cinta itu ke kamu, karena dengarlah dan rasakan, nggak ada cinta yang dapat kamu rasakan ketika kamu masih sibuk mencintai seseorang yang sangat tidak mengharapkan perasaanmu"

Dengan tatapan sinis, aku mencoba untuk tetap diam dalam hanyut. pertanyaan tiba-tiba datang menghampiriku "Berhak nggak sih aku merasakan perasaan seperti ini ?"

Malam berganti malam, siang berganti senja dan begitupun seterusnya waktu saling beragumentasi. Lambat laun pertanyaanku terjawab dalam hatiku yang paling dalam, bahwa "ketika aku memutuskan untuk mengaguminya hingga aku merasakan perasaan yang berbeda seperti ini, tampak hatiku tidak pernah menyesalinya. Mungkin saat ini dia bukan jodohku, tapi percayalah ketika tuhan mengizinkan aku merasakan cinta dari dia, pantaskah aku untuk menolaknya ?"

Hanya ada dua pilihan di hidup ini, yaitu maju atau mundur. Kalau kamu yakin cinta bisa membuatmu maju, maka lakukanlah. Tapi apabila cinta akan membuat usiamu semakin singkat, maka tinggalkan.

Serasa baru kemarin aku melihatnya, melihat senyumnya, berusaha mengenalnya, dan kini sampailah aku diakhir cerita negeri dongeng dimana seorang putri harus meninggalkan sesuatu yang bukan miliknya, sebelum waktu mengakhiri semuanya. Tapi aku bukan putri itu, yang akan yakin dengan pangeran itu. Aku adalah aku. Wanita buruk rupa yang harus memimpikan BULAN yang jauh di anganku-_- dan kalian dengarkan.. Ketika mereka menertawaiku dengan fisik, dan selalu berbisik "bermimpilah sampai kamu tidak terbangun lagi" katakan, aku lebih baik ditusuk sebilah bambu runcing dibanding seseorang harus menjatuhkanku dari semangat-semangatnya aku jatuh cinta_-

Cinta.. Jika mencintai itu adalah kesalahan terbesarku, dan mengharapkanmu untuk bisa bersamamu itu hanyalah sebuah mimpi besar, maka aku lebih memilih untuk bermimpi dan tidak berharap untuk bisa terbangun lagi, asalkan aku bisa menjumpai wajahmu di mimpi itu..

Seberapa kalipun aku harus mengelak dengan perasaan ini, air mataku tetap merasakan bahwa dia terjatuh karena mengenangmu:")

Kamu bahkan tidak pernah tahu, siapa yang berani mati untuk hidupmu dengan seseorang di hari esok, karena kamu memang tidak pernah mau tahu itu. Kamu hanya sibuk merasakan cinta dari seseorang yang tak pernah kamu tahu wujud cintanya-_- melihatku mungkin adalah kesalahan terbesar di hidupmu, tapi......

Sakit


Ini perasaan, bukan bola yang dengan mudahnya kamu hempaskan ke tempat mana kamu arahkan-_-

Kamu nggak pernah merasakan ada diposisiku-_- ketauhilah seberapa nekat aku melewati perkataan seperti ini "dia sangat berbeda, mana mungkin bisa" dan seperti ini "lihat diri dulu, jangan berani berbuat bodoh" dan seperti ini.. "dia memang kenal kamu? Dilirik saja nggak pernah" hahahh tapi bukan perkataan yang membahagiakanku-_- ketahuilah yang membuat aku bahagia adalah ketika aku merasakan jantungku berdetak melihatmu dari kejauhan:") hanya itu, simple saja, melihat kamu masih hidup dan masih tersenyum merupakan oksigen banget:")