Cinta, ah secepat ini saya merasakan pentakit yang aneh ini. Padahal dulunya aku pernah berjanji bahwa tidak akan pernah ingin mencintai atau dicintai hingga tiba saatnya, ketika pacar pertamaku akan menjadi suami pertama dan terakhirku. Tapi aku sendiri yang mengingkarinya, aku bahkan tidak bisa menunggu target sampai dewasa untuk aku merasakan apa itu cinta.
Apa enaknya berada di posisi ini, ketika kamu tidak bakalan pernah bisa moveon dengan seseorang yang membuatmu jatuh cinta pada pandangan pertama.
Niatku bukan bermaksud serakah, tapi apa salahnya jika aku selalu berharap untuk bisa mewujudkan apa yang dulunya sangat ingin aku miliki, yaitu dia.
Dia tidak pernah salah. Aku menangis semalaman pun itu semua bukan karena dia, tapi aku yang terlalu cengeng. Bahkan polosnya aku sehingga yang aku sering ucapkan hanya dekedar untuk menghibur diri yaitu kata-kata jodoh pasti bertemu (apakah dia benar-benar jodohmu?)
Aku bahkan telah menjalin kasih dengan orang lain, tapi kenapa sosok dia masih terus menghantuiku. Aku tidak pernah meminta berada pada posisi ini. Aku hanya selalu meminta dia bisa berada di sampingku, di suatu hari, di suatu saat nanti.
Sebenarnya tidak ada yang menarik pada kisah ini. Mungkin Aku yang melebih-lebihkan semua tentang dia, bahkan ketika aku melihat senyuman lembut terakhirnya tergores di wajahnya aku tidak pernah bertanya itu untuk siapa, yang jelas aku menikmatinya. Meskipun susah payah aku dapatkan.
ALB mungkin selamanya kamu nggak bakalan pernah tahu siapa yang benar-benar mencintaimu dengan tulus. Aku juga tidak pernah belajar tentang apa itu ketulusan tapi jujur saja, hanya denganmu aku merasakannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar